Peningkatan Kemampuan Menyelesaikan Soal Penjumlahan Pecahan Kelas V Model Pembelajaran Demonstrasi Sd Negeri 013 Pongkai

Authors

  • suparja suparja Sd Negeri 013 Pongkai

DOI:

https://doi.org/10.31004/jodel.v2i1.51

Keywords:

Demonstrasi, kemampuan menyelesaikan soal, pecahan

Abstract

PTK ini merupakan penelitian Tindakan kelas yang mengkaji peningkatan kemampuan menyelesaikan soal penjumlahan pecahan kelas V SD Negeri 013 Pongkai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan siswa untuk menyelesaikan soal penjumlahan pecahan. Pembelajaran ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui hal- hal apa saja yang terjadi didalam aktifitas belajar siswa dan bagaimana hasil belajar siswa pada pelajaran matematika materi pecahan dengan menggunakan model pembelajaran Demonstrasi dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Proses Penelitian Tindakan Kelas  (PTK) ini dilakukan dengan dua siklus, masing-masing  meliputi empat tahap utama yaitu perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa, penggunaan model pembelajaran Demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal penjumlahan pecahan . Tindakan penelitian ini sesuai dengan harapan kemampuan menulis siswa menunjukan peningkatan dalam belajar.

 Adapun pelaksanaan untuk meningkatkan hasil belajar anak melalui perbaikan pada siklus 1 dan siklus 2 dengan melakukan desain prosedur perbaikan, pengamatan, teknik analisis data serta melakukan refleksi diri untuk pendidik. Dari hasil pengamatan pendidik, menunjukkan adanya peningkatan kemampuan anak dalam menggunakan Demonstrasi.

References

Riyanto Yatim.2009.PARADIGMA BARU PEMBELAJARAN.Jakarta:Prenada Media

Huda, Fatkhan Amirul. (2017). Pengertian Belajar, Prinsip Belajar Dan Hasil Belajar, diakses pada 4 Agustus 2019

Aziz Wahab Abdul.2012.Metode Mengajar IPS/SS.Bandung:Alfabeta.

Hamalik Oemar.2009.PENDIDIKAN GURU Berdasarkan Pendekatan Kompetensi.Jakarta:Bumi Aksara.

Nasution S.2015.BERBAGAI PENDEKATAN dalam PROSES BELAJAR & MENGAJAR .Jakarta:Bumi Aksara.

Suryosubroto B.2002.PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH.Jakarta: RINEKA CIPTA.

SUYONO dan HARIYANTO.2014.BELAJAR dan PEMBELAJARAN.Bandung:PT REMAJA ROSDAKARYA.

Aiman Faiz, Memahami makna tes, pengukuran (measurement), penilaian (assessment), dan evaluasi (evaluation)dalam pendidikan, Universitas Muhammadiyah Cirebon.2022

Sugiono. (2017). Evaluasi Pendidikan. Alfabeta.

Slameto. 2010. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sutama. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R & D. Surakarta: Fairuz Media.

oyce, B., & Weil, M. (2017). Models of Teaching. Boston: Pearson.*

Kemp, J. E., Morrison, G. R., & Ross, S. M. (2014). Designing Effective Instruction.

Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.*Gagne, R. M., Briggs, L. J., & Wager, W. W. (1992). Principles of Instructional Design, Fort Worth, TX: Harcourt Brace Jovanovich.*

Alifah, Syakeela. 2012. “Pengertian Metode Demonstrasi”.

Abdullah, F. Y. (2016, Maret 21). Hakikat Matematika, Pembelajaran Matematika, dan Teori Belajar.

Friyanti, Hernino. 2012. “Metode Demonstrasi Bagi Anak TK”.

Nurhasanah. (2016). Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Yapis Manokwari

Downloads

Published

2024-01-28

How to Cite

suparja, suparja . (2024). Peningkatan Kemampuan Menyelesaikan Soal Penjumlahan Pecahan Kelas V Model Pembelajaran Demonstrasi Sd Negeri 013 Pongkai. Journal of Development Education and Learning (JODEL), 2(1), 53–57. https://doi.org/10.31004/jodel.v2i1.51